5 Fakta Bus Kota TOW yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Ke Surabaya
Semenjak di kosan saja, saya jadi ingin menulis
beberapa hal yang biasanya menjadi rutinitas, selain untuk mengenang, rasanya
ketika menulis, saya juga sedang berjalan.
Salah satu terminal di Surabaya adalah Terminal
Tambak Oso Wilangun (TOW) atau biasa disebut Osowilangun. Terminal ini membawa
penumpang dengan tujuan dari dan ke Malang, Gresik, Bojonegoro, Lamongan,
Tuban, Pati, hingga Semarang. Terminal yang berada di Benowo ini merupakan terminal
bus tipe A kedua setelah Terminal Purabaya atau yang sering disebut Bungurasih.
Di dalamnya terdapat beberapa bus kota dengan bermacam-macam kode trayek.
Berikut adalah lima fakta yang harus kamu tahu
seandainya ingin ke Surabaya selepas corona melalui terminal ini.
1.
Terdapat Bus Kota dengan Trayek
Tujuan Terminal Bungurasih (P2)
P2 merupakan salah satu bus kota yang dikelola
secara langsung oleh dinas perhubungan kota Surabaya. Bus ini mengantarkan
penumpang dari TOW ke Terminal Bungurasih dan sebaliknya. Jika pembaca akan ke
Surabaya namun salah memilih Bus tujuan terminal, tidak perlu khwatir karena
ada bus jurusan ini. Pada dasarnya trayek P2 dan P6 adalah sama. Namun P2
melewati jalur yang menggunakan jalan tol, sementara P6 menggunakan jalur
biasa. Hal ini tentunya dapat disesuaikan dengan tujuan kamu.
2.
P6 Adalah Bus Kota yang Tampak Tua
Fakta bahwa P6 adalah bus tertua, dapat dilihat
secara jelas mulai dari bentuk fisik hingga bertanya langsung kepada awak bus.
Dari bentuk fisik jelas terlihat, satu-satunya bus yang terlihat tua dan kurang
layak adalah P6. Selain itu, suara hingga bau dan kondisi lainnya terpampang
dengan nyata. Sesekalipun sering pula mogok. Dikelola oleh swasta membuat bus
kota ini seakan tak terurus dan asal jalan. Kejar setoranpun membebaninya. Tak
ayal, bus dilajukan dengan pelan sambil mencari penumpang. Kamu harus
mempertimbangkan estimasi waktu untuk sampai di tempat tujuan ya.
3.
Harus Menunggu Penumpang Penuh
Beberapa bus kota memilih untuk menunggu bangku penumpang
penuh. Biasanya bus menunggu penumpang di dalam maupun di luar terminal. Kadang
penumpang merasa kesal dengan hal ini, namun tuntutan dan pilihan membuat
penumpang harus ekstra sabar. Tak jarang bus menunggu atau istilah penumpang
menyebutnya ngetem hingga berjam-jam.
Hal ini mungkin dilakukan oleh awak bus demi menghindari kerugian. Pembaca
dapat memperkirakan waktu yang dimiliki agar sesuai dengan tujuan
perjalanannya.
4.
Bus Bojonegoro, Selang 5 Menit
Langsung Jalan
Bus Bojonegoro adalah bus yang paling cepat penuh di
terminal ini. Pasalnya, banyak sekali penumpang dari berbagai daerah, baik akan
ke Surabaya maupun sebaliknya akan ke Bojonegoro. Orang yang berasal dari
Gresik, Lamongan, Tuban, dan sekitarnya dapat menuju daerah masing-masing
melalui bus ini. Oleh karena itu, tak sampai selang lima menit tiap bus itu
melaju dari terminal. Pembaca tak perlu khawatir harus menunggu lama ataupun
menunggu penuh untuk melesat sampai tujuan masing-masing.
5.
Setengah Jam untuk Melintas di
Setiap Halte
Hal ini terjadi pada bus kota yang ada di Surabaya. Alasannya
adalah setiap bus memiliki jadwal berangkat yang akan menjadi jeda waktu bus
melintas pada tiap halte. Jadi, kamu harus sabar jika mesti menunggu lebih.
Biasanya hal ini juga dipengaruhi oleh faktor kemacetan dan faktor yang tak
diinginkan lainnya. Oleh karena itu, kamu dapat mencari alternatif kendaraan
lain jika terburu-buru.
Lima hal diatas akan membantu calon penumpang agar
berkendara secara nyaman dan tentu saja sesuai dengan yang diinginkan, baik dari
segi waktu maupun perkiraan biaya. Perlu dipertimbangkan olehmu bahwa dengan
menggunakan transportasi umum seperti bus kota dapat mengurangi kemacetan.
Namun perlu menjadi perhatian pemerintah kota Surabaya pula, untuk menata dan
membenahi transportasi yang ada. Hal ini dapat diupayakan dengan memberikan standar
demi kelayakan hingga pengawasan pelaksanannya di lapangan.
Eit, meski
sudah tahu sedikit tentang terminal ini, berpergiannya nanti dulu ya setelah
Covid-19 pergi, hehe.
Comments
Post a Comment