Batal Halal di Malam Sembilan


Tetangga saya, salah satu orang yang terpaksa batal halal di malam sembilan. Sebut saja Suci. Suci dan pacarnya sudah menjalin hubungan sekitar enam tahun, dan mantab menikah tahun ini. Keluarga mereka jauh-jauh hari menghitung soal weton, entah cocok atau tidak-saya kurang paham-yang jelas mereka memutuskan untuk menikah di hari baik itu.  Eh tiba-tiba, Covid-19 merebak, keluarlah peraturan kalau tidak bisa menikah dulu. Duh, entah bagaimana perasaan mereka.
Malam sembilan adalah malam yang paling dinanti oleh hampir sebagian besar sejoli Jawa, yang beragama Islam. Malam ke 29 Ramadan atau sering disebut malam sembilan, dianggap sebagai pemutihan segala halang rintang yang menjadi batasan menikah sepasang kekasih, yang keluarganya memegang teguh budaya Jawa dan sangat mempercayai weton.
Pasti di antara kita pernah mendengar kisah sepasang kekasih yang batal nikah hanya karena jumlah perhitungan wetonnya buruk, bukan? Entah mendengar langsung, atau melalui sebuah cuitan yang sempat viral beberapa tahun lalu. Namun, meski tahun ini juga terdapat malam sembilan seperti sebelumnya, tetap saja Catin alias calon pengantin ini tidak bisa melangsungkan pernikahan.
Demi menghindari penyebaran Covid-19, Kementerian Agama mengeluarkan keputusan melalui Surat Edaran No. P-004/DJ.III/Hk.007/04/2020 yang salah satu poinnya menyatakan bahwa permohonan akad tidak dapat dilaksanakan sampai 29 Mei. Sedangkan malam sembilan jatuh pada tanggal 22 Mei. Wah, harapan para Catin buat lebaran bersama dengan halal tahun ini, pupus sudah.
Mulai dari aktris Cita Citata yang gagal menggelar pernikahan secara resmi, hingga baru-baru saja kemarin Najwa Shihab memberi kejutan pada Catin yang batal menikah gara-gara corona, menjadi perbincangan warganet di tengah pandemi. Melihatnya, cukup membuat hati siapa saja sedih. Tak bisa kita bayangkan jika mengalaminya di tengah kondisi seperti ini. Padahal sudah mencari hari baik di malam sembilan, sudah mempersiapkan undangan dan segala keperluan, tetap saja agenda pernikahan masih menjadi agenda.
Meski demikian, sebenarnya untuk para Catin yang batal halal karena Covid-19, khususnya yang merencanakan akad di malam sembilan, tidak perlu khawatir. Berikut tiga poin penting yang semoga membuatmu sedikit tenang.

1.    Bismillah, ikhlaskan
Beberapa Catin tetap bisa halal bersama pasangan saat lebaran nanti jika melangsungkan pernikahan agama (dengan tetap mengikuti protokol yang ada). Namun, jika tetap ingin melangsungkan pernikahan resmi, tidak apa ditunda dulu demi kebaikan bersama. Bukankah batal bukan berarti gagal? Ini perihal waktu, menunda hanya bersifat sementara.

2.    Insyaallah yang terbaik
Jangan gegana alias gelisah, galau, dan merana. Anggap saja tertundanya waktu ini memang dipersiapkan khusus agar kita tahu kapan waktu terbaiknya. Bukankah apa yang dipikir manusia baik belum tentu benar-benar baik? Percayalah, takdir Allah pasti yang terbaik untuk hamba-Nya.


3.    Ingat, demi kebaikan bersama
Virus ini adalah ujian dari Allah kepada hambanya, dan tidak hanya menghantui para Catin, juga keluarga, kerabat, dan seluruh masyarakat. Yang paling diperlukan adalah kepedulian antar warga negara, dengan mengesampingkan kepentingan individu, termasuk mengadakan kegiatan berkumpul seperti menyelenggarakan pernikahan.
Saat ini yang terbaik adalah saling mendoakan agar semuanya pulih. Semua aktivitas kembali normal, sehingga rencana pernikahan nanti juga berjalan lancar. Semoga kita bisa mengambil hikmah atas segala hal yang telah ditakdirkan terjadi dalam hidup kita.
Jika di antara kita ada yang batal menikah, tetap beri semangat ya, Pembaca! Untuk tetap bahagia dan saling jaga kesehatan, meski #dirumahaja.

#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-19

Comments

Popular posts from this blog

5 Jamur yang Biasa Dibuat Mukbang Ini Wajib Kamu Coba

Pandemi Memaksa Orangtua Belajar Berkomunikasi

Jika Pandemi Adalah Penjara