Berceritalah, Maka Aku Akan Mendengar
Pernah
mendengar seorang karib berkata demikian? Jika iya, beruntunglah kita karena
memiliki teman sepertinya. Setidaknya, dengan adanya teman bercerita, sebuah
masalah pelik akan berkurang rumitnya. Atau, jika kita termasuk orang yang
kurang nyaman bercerita, agaknya cukup senang ketika tahu bahwa ada orang yang
peduli dengan kita.
Ramadan
di tengah pandemi, tentu memiliki polemik tersendiri. Himpit ekonomi, pekerjaan
di rumah sendiri, salah komunikasi, hingga persoalan hati. Semua itu bisa
menjadi masalah kecil atau masalah besar, bergantung pada sudut pandang
seseorang yang menghadapinya.
Memang,
tak semua orang bisa mengutarakan masalah yang dialami. Namun, ketika memendam sendiri, beberapa orang justru depresi. Dikutip dari
Halodoc, depresi merupakan salah satu gangguan kesehatan mental, ketika seseorang
merasakan perasaan sedih dan tertekan yang mendalam. Ia merasa seolah terjebak
dalam kondisi dan tidak ada yang mampu memahaminya.
Jika boleh digolongkan, ada dua
tipe orang dalam bercerita, mudah dan sulit. Ketika seseorang mudah bercerita,
tanpa seseorang menawarkan untuk mendengar, ia akan bercerita kepada orang yang sudah dipercaya. Namun, bagi orang yang sulit, sekalipun ada orang yang menawarkan diri untuk mendengar, ia akan tetap enggan bercerita.
Padahal, bercerita
kepada orang lain tentang masalah kita, alias curhat, tidak menunjukkan bahwa
diri kita lemah. Justru kita dapat berbagi pikiran dan lebih
terbuka dengan orang lain. Umumnya, memendam masalah sendirian juga dapat membuat badan dan juga
pikiran terasa lebih lelah.
Salah
satu alasan mengapa kita harus curhat dengan orang lain adalah agar kita
menjadi lebih lega. Masalah yang kita hadapi tidak akan serumit yang kita
pikirkan sebelumnya. Selain itu, teman curhat akan memberikan saran yang bisa
dijadikan solusi atas masalah yang sedang dihadapi.
Di lain sisi, bila kita menjadi tempat bercerita seseorang, kita juga harus
bisa memposisikan diri. Karena tidak semua orang bercerita ingin mendapatkan
solusi. Beberapa orang lainnya bercerita hanya karena ingin didengar.
Cerita hanya
untuk didengar
Jika
kita belum benar-benar memahami bagaimana teman yang curhat ke kita, jangan sok
tahu dengan langsung mencoba memberi solusi. Bisa jadi, ia hanya ingin
didengarkan. Ketika kita memberi saran tanpa diminta, ia bahkan bisa marah atau
tidak akan bercerita lagi. Menurut orang-orang ini, solusi terbaik bersumber
dari dirinya sendiri. Bercerita hanya berfungsi untuk mengurangi
beban yang dirasakan.
Menghadapi orang yang seperti ini, sebaiknya yang dilakukan adalah mendengarnya bercerita hingga tuntas, dan menanggapi dengan wajar. Kemudian, di akhir
cerita, perhatikan ia ingin apa. Atau, kita bisa menawarkan untuk mencoba
memberi saran.
Cerita untuk
minta masukan
Kebanyakan
orang, memang bercerita untuk mendapat masukan dari orang lain. Jika kita sudah
memahami keinginan orang yang bercerita kepada kita, kita bebas memberikan
masukan. Meski begitu, sebaik-baiknya masukan, jangan lupa keputusan tetap di
tangan orang yang menghadapi masalah. Jangan sampai kita terkesan mempengaruhi
keputusannya.
Sebagai
teman curhat, kita tidak selalu dituntut untuk mampu memberikan masukan terbaik.
Jika tidak mampu memahami suatu kondisi, kita bisa sekadar memberikan semangat
dan motivasi. Sejatinya, selain untuk didengar, perhatian dan motivasi orang
lain juga sangat diperlukan.
Bercerita
apa saja kepada Allah
Sebagai
umat muslim, seorang hamba hendaknya memprioritaskan Allah dalam segala urusan,
juga perihal bercerita tentang suatu masalah. Bukankah sesungguhnya setiap
masalah adalah ujian? Setiap ujian datangnya dari Allah, maka kita juga harus
berpasrah kepada Allah SWT pula. Hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam surat
Al-Baqarah ayat 155:
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
“Dan sungguh
akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada
orang-orang yang sabar. “
Dari
ayat di atas, sudah jelas bahwa cobaan pasti ada dalam setiap kehidupan
manusia. Oleh karena itu, tugas kita adalah bersabar dalam menghadapinya.Seperti
halnya yang dicontohkan oleh para Nabi dan Rasul.
Jika
dipikir-pikir, memang saat kita menceritakan masalah kepada sesama manusia kita
bisa sedikit lega. Namun ketenangan hati masih belum sepenuhnya terpenuhi. Apabila
kita mengadukan kesedihan itu kepada Allah, entah mengapa rasanya berbeda. Tidak
hanya tenang, namun semuanya terasa ringan. Karena kita mengingat Allah,
berzikir, dan memohon ampun kepada-Nya. Saat kita bercerita kepada Allah, kita
juga langsung bisa meminta solusi lewat doa. Allah berjanji dalam firman-Nya:
وَ إِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
“Dan apabila
hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku
adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon
kepada-Ku.” [QS Al Baqarah: 186].
Masyaallah.
Bukankah Allah juga telah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 286, bahwa Dia tidak
membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya? Astagfirullah,
masihkah kita mengeluh hingga merasa depresi sendiri?
Berjanjilah
untuk tidak menyakiti diri dengan memendam semua masalah sendiri. Berceritalah,
maka Allah akan mendengar. Jika masih belum sanggup menghadap-Nya, berceritalah
pada orang yang kita nyaman dan percaya, dan katakan apa yang diingin setelah bercerita.
Walau
diteror Covid-19 maupun tidak, ada masalah ataupun tidak, Ramadan atau
bukan, semoga kita makin mendekat pada sang Esa. Bersabar dan berserah hanya
pada-Nya. Amiin.
Pustaka
_____.___. Quran Surat Al-Baqarah Ayat 155. https://tafsirweb.com/624-quran-surat-al-baqarah-ayat-155.html.
Diakses pada 16/05/2020
dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp. 2018. Menangis dan Menceritakan
Musibah Kepada Orang Lain. https://muslim.or.id/44136-menangis-dan-menceritakan-musibah-kepada-orang-lain.html.
Diakses pada 16/05/2020
Halodoc. 2018. Pentingnya Punya Teman Bicara untuk Hindari
Depresi. https://www.halodoc.com/pentingnya-punya-teman-bicara-untuk-hindari-depresi.
Diakses pada 16/05/2020
#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-16
Comments
Post a Comment