Tak Apa Jika Ingin Menangis

Hampir semua orang pernah menangis. Menangis merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan perasaan. Umumnya perasaan sedih, namun beberapa orang juga menangis saat bahagia. Bahkan ada yang menangis hanya karena ingin menangis saja.
Di balik alasan menangis, menangis bukanlah tanda bahwa seseorang itu lemah. Padahal bisa jadi orang yang sering menangis, memiliki mental yang lebih kuat dibandingkan orang yang jarang menangis. Oleh karena itu, kita tak perlu malu hanya karena pernah menangis. Seperti tertawa atau tersenyum-senyum, menangis juga salah satu luapan emosi yang wajar.

Menangis itu melegakan
Menangis seperti obat penenang. Stres bisa hilang. Minimal, pikiran yang riuh sedikit mereda. Meskipun perasan stres itu bisa datang lagi, namun setidaknya ketika menangis kita sedang berusaha menyingkirkan energi negatif yang ada di dalam diri. Dengan membiarkan emosi keluar akan memberikan dampak yang baik bagi kesehatan fisik dan mental.
Menangis seolah membuka satu per satu tali yang mengikat pikiran kita. Otak yang mendapat tekanan atas suatu hal secara bertubi-tubi seakan tak kuat lagi menanggung bebannya. Oleh karena itu, menangis dianggap melegakan. 
Dikutip dari halodoc, saat menangis terisak, kita sedang menghirup banyak udara dingin dengan cepat. Hal ini dapat membantu mengatur dan menurunkan suhu otak. Otak yang dingin lebih menyenangkan bagi tubuh dan pikiran.
Oleh karena itu, menyelesaikan masalah atau mengambil keputusan sebaiknya dengan kepala dingin. Artinya otak tidak sedang dibawah tekanan. Menangis juga bagian dari proses kontemplasi antara diri dan perasaan. Jadi, sangat wajar jika setelah menangis seseorang merasa lebih baik daripada sebelumnya.

Menangis menurut sains
Dilansir dari Healthline dalam halodoc, manusia memiliki tiga jenis air mata: air mata refleks, air mata yang terus-menerus keluar, dan air mata emosional. Air mata refleks bertugas membersihkan kotoran. Air mata yang keluar terus-menerus akan melumasi mata dan membantu melindungi dari infeksi. Sedangkan air mata emosional diduga mengandung hormon stres dan racun lainnya. Sehingga diyakini menangis dapat mengeluarkan hal-hal buruk dari sistem tubuh, meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
Menangis dalam waktu lama dapat merangsang pelepasan hormon endorfin pada otak. Hormon yang bisa memberikan perasaan senang ini bertindak sebagai pembunuh rasa sakit alami. Hal ini karena endorfin dapat memberikan efek mengenakan, sehingga membantu meringankan rasa sakit fisik dan emosional.
Para peneliti di Yale University percaya bahwa menangis adalah cara membantu mengembalikan keseimbangan emosional. Ketika kita sangat bahagia atau takut tentang sesuatu dan menangis, itu adalah cara tubuh untuk pulih dari emosi yang begitu kuat.

Menangis dalam ibadah
Menangis adalah fitrah manusia. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qurtubhi dalam tafsir An-Najm ayat 43:
وأنّه هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى
“Dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.”
Manusia dikaruniai pikiran dan perasaan. Dua hal ini yang bisa memicu secara fitrah untuk menangis. Setiap duka dan suka memiliki ekspresinya sendiri. Secara naluri, manusia akan memperlihatkan emosinya tersebut.
Musibah ‘datangnya’ dari Allah. Beberapa orang menangis dan mengadu segala masalahnya kepada Allah, meminta ampun, dan mendekatkan diri. Hikmahnya adalah memperkuat iman kita kepada-Nya. Karena sejatinya segala musibah-segala ujian-adalah peringatan dan teguran bagi kita. Namun dari sekian kali kita menangis, pernahkah kita menangis dalam ibadah?
Menangis dalam ibadah bisa diartikan menangis karena rasa iman. Jika kita membahas dosa, seolah sedikit menyimpang dari hal keduniawian, yang mungkin sebagian besar tidak orang tangisi. Namun, bukankah dunia adalah ladang untuk memperbanyak bekal di akhirat nanti? Jika kita sepakat demikian, menangisi dosa sepatutnya selalu dilakukan oleh seorang hamba. Allah SWT berfirman dalam surrat Al-Anfal ayat 2:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal.”

Bahkan diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Surga dan neraka ditampakkan kepadaku, maka aku tidak melihat kebaikan dan keburukan seperti hari ini. Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, kamu benar-benar akan sedikit tertawa dan banyak menangis” (HR. Muslim).
Dari  dalil di atas, memang benar jika seharusnya manusia menangis. Menangis bukan karena dosa saja, namun juga karena takut atas kuasa Allah. Saking takutnya, orang-orang yang memiliki ketakwaan yang tinggi hingga bergetar hatinya karena nama Allah disebut. MasyaAllah.
Tak apa jika kita menangis, sungguh tak apa. Namun baiknya dari sekian tangis, kita menangis atas diri kita dihadapan Allah. Karena sejatinya segala hal, hidayah, ketenangan, hingga solusi atas setiap masalah adalah bertawakal kepada-Nya. Semoga kita sadar, menangis dalam ibadah penting dari sekian kontemplasi kita selama Ramadan kali ini. Sungguh, semoga.

Pustaka
___. 2020. Jangan Ditahan, Menangis Ternyata Ada Manfaatnya. https://www.halodoc.com/jangan-ditahan-menangis-ternyata-ada-manfaatnya. Diakses pada 12/05/2020
Bahraen , Raehanul. 2013. Menangis Karena Allah, Bukti Iman Yang Tidak Bisa Direkayasa. https://muslim.or.id/18834-menangis-karena-allah-bukti-keimanan-yang-tidak-bisa-direkayasa.html. Diakses pada 12/05/2020
kumparanSTYLE. 2017. 5 Alasan Mengapa Menangis Buat Orang Menjadi Kuat. https://kumparan.com/kumparanstyle/5-alasan-mengapa-menangis-buat-orang-menjadi-kuat/full. Diakses pada 12/05/2020

#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-12

Comments

Popular posts from this blog

5 Jamur yang Biasa Dibuat Mukbang Ini Wajib Kamu Coba

Pandemi Memaksa Orangtua Belajar Berkomunikasi

Jika Pandemi Adalah Penjara