Yang Paling Menyedihkan dari Hal Menyedihkan
Ada beberapa hal yang wajar jika dianggap menyedihkan oleh banyak manusia.
Biasanya berhubungan dengan kegagalan, sakit, dan kematian. Mungkin karena tiga
hal ini yang paling nyata terjadi di dunia. Seseorang yang ada di fase ini
cenderung menganggap sebagai biang keterpurukan atau justru sebaliknya, sebagai
titik balik dalam proses berkehidupan.
Tapi tanpa disadari, ada hal yang paling menyedihkan dari hal-hal
menyedihkan itu. Namun karena mengetahuinya, beberapa orang mampu bertahan
melewati hal menyedihkan dalam hidupnya. Berikut adalah rangkuman di antara hal
tersebut.
1.
Gagal seolah akhir dari segalanya
Kemenangan paling berharga dalam hidup bukanlah tidak pernah gagal, melainkan bagaimana kita bisa bangkit setiap kali menemui kegagalan.-Nelson Mandela
Dalam hidup terdapat dua kemungkinan yang pasti, gagal dan
berhasil. Jika gagal adalah suatu yang wajar, berarti kemungkinan untuk
berhasil juga wajar. Artinya, dua hal itu memiliki kemungkinan yang sama. Sebuah kegagalan yang amat besar jika kita tidak pernah mencobanya.
Bila kemungkinan gagal dan berhasil seimbang, semakin sering kita
gagal dan bangkit, maka peluang untuk berhasil menjadi lebih besar. Tak heran,
ada kalimat motivasi ‘selagi muda habiskan jatah gagalmu’ atau ‘orang tidak
akan bertanya berapa kali kamu gagal, tapi berapa kali kamu bangkit dari
kegagalan’.
Ketika sedang menghadapi kegagalan, sebagian orang yang belum
familier dengan gagal akan takut untuk mencoba kembali dan menyerah. Padahal
menyerah adalah serendah-rendahnya bentuk kegagalan. Dengan menyerah, peluang
untuk berhasil menjadi terlewatkan begitu saja. Sayang sekali, bukan?
2. Sakit yang sia-sia
Jatuh memang sakit, tapi perasaan sakit itu belum sesakit jika kita
benar-benar jatuh sakit. Tentu ketika sakit, segala hal jadi terhambat,
pekerjaan hingga hubungan dengan Tuhan, meski ini juga bergantung pada jenis
sakitnya.
Namun faktanya, beberapa muslim yang belum kuat imannya, jangankan
ketika sakit, ketika sehatpun ibadah seolah dinomorduakan setelah hal-hal
duniawi. Oleh karena itu, Rasulullah SAW, yang diriwayatkan oleh sahabat
Abdullah Ibnu Abbas RA, bersabda:
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفِرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
“Manfaatkanlah
lima perkara sebelum kamu kedatangan lima perkara (demi untuk meraih
keselamatan dunia akhirat). Yakni Masa mudamu sebelum datang masa tuamu.
Sehatmu sebelum datang sakitmu. Masa
kayamu sebelum datang fakirmu. Waktu luangmu sebelum waktu sibukmu. Masa
hidupmu sebelum datang kematianmu".
Dari hadits tersebut, kita diperingatkan untuk menggunakan waktu
mampu kita, untuk taat kepada Allah sebelum datang kepayahan. Waktu sehat,
muda, kaya, luang, dan hidup adalah nikmat, di mana seharusnya kita memperbanyak
amal ibadah dan kebaikan sebelum sakit, tua, miskin, sibuk, dan mati.
Menurut Imam Ghazali dikutip dari muslim.or.id, kelima perkara itu memang
tidak sekarang dirasakan akibatnya. Namun hal inilah yang akan berbuntut pada
penyesalan jika lima perkara itu datang. Oleh karena itu, umat muslim seyogyanya
memanfaatkan lima hal yang diberikan Allah ini, untuk beribadah. Mumpung Ramadan,
mari berlomba berbuat kebaikan.
3.
Tidak membiasakan etika
Hidup adalah pilihan. Seperti halnya menjadi baik atau buruk. Begitupun
miskin. Miskin tak selamanya diartikan miskin harta. Miskin yang paling
menyedihkan adalah miskin etika atau miskin hati. Saat seseorang mengabaikan
hati nuraninya untuk berbuat baik.
Dalam islam, telah diberikan pedoman hidup dalam bersikap. Namun
yang perlu menjadi perhatian adalah apakah semua orang muslim mampu
menerapkannya? Inilah yang menjadi pertanyaan besar mengenai beradab dalam
islam.
Etika dan kebebasan beretika memiliki konteks yang berbeda.
Terlepas dari itu, Allah berpesan, agar kita tidak merasa heran dengan keadaan
orang-orang kafir di dunia:
لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ * مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ
“Janganlah
sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam
negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah
Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.” (QS Ali-Imran:
196-197).
4.
Kematian yang datang tiba-tiba
Kematian adalah salah satu hal yang paling ditakuti oleh sebagian
besar manusia, karena setelah mati, manusia tidak tahu apa yang akan terjadi.
Namun yang pasti manusia akan meninggalkan segala yang ada di dunia.
Bagi muslim, meninggal adalah gerbang kehidupan
selanjutnya. Di mana setelah kematian, segala amal perbuatannya diputus kecuali
tiga hal; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan
orangtuanya.
Seorang muslim yang takut, merasa amal perbuatannya tak cukup
sebagai bekal menghadap ke Pencitpa. Inilah hal yang paling disesalkan orang
ketika meninggal. Oleh karena itu, Allah SWT telah memperingatkan manusia dalam
surat Al-Ankabut ayat 64:
وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
“Dan
tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan
sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka
mengetahui.”
Dunia memang sepertinya megah, karena hal itu yang baru diketahui
manusia. Namun pada hakekatnya, semegah-megahnya dunia, masihlah lemah
dibandingkan akhirat yang abadi. Jangan sampai kita tergolong merugi.
Bangkit dari kegagalan, memanfaatkan waktu sehat, menjaga etika,
dan senantiasa berusaha mempersiapkan kematian adalah kunci untuk menghadapi hal
yang paling menyedihkan dari hal menyedihkan di atas.
Semoga kita dapat mengambil hikmah atas apa saja yang terjadi di
dalam hidup. Semoga.
Pustaka
Departemen Agama RI. 2006. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta:
Pustaka Agung Harapan
Hidayat, Firman. 2014. Dunia Bagai Bunga yang Dipetik Kemudia
Layu. https://muslim.or.id/22682-dunia-bagai-bunga-yang-dipetik-kemudian-layu.html. Diakses pada 10/05/2020
Kastolani. 2020. Muslim Harus Jaga 5 Perkara Ini Sebelum
Menyesal di Akhirat. https://jateng.inews.id/berita/muslim-harus-jaga-5-perkara-ini-sebelum-menyesal-di-akhirat. Diakses pada 10/05/2020
#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-10

Comments
Post a Comment