Menghitung Hari Menuju Kematian
Urip
mung mampir ngombe. Kalimat
tersebut merupakan pepatah jawa yang artinya hidup ini hanya sekadar mampir untuk
minum. Sebuah pepatah sederhana yang sarat akan makna. Kehidupan di dunia sementara,
bahkan sesingkat mampir, untuk menuju kampung sejati kelak.
Semua
yang hidup akan mati. Tidak ada yang abadi di semesta, kecuali Penciptanya. Mati
adalah konsekuensi dari hidup. Oleh karena itu, tujuan hidup manusia adalah
mempersiapakan kematian. Karena kematian adalah salah satu gerbang menuju
kehidupan selanjutnya.
Mengapa penting
mengingat kematian?
Mati
adalah hal yang paling ditakuti oleh hampir banyak orang. Selain karena takut
sakit, takut meninggalkan, mungkin beberapa lainnya merasa takut belum siap
atas amal perbuatannya di dunia. Tapi perihal waktu kematian, manusia tidak
bisa menawar, bisa sekarang, nanti, setengah jam lagi, besok, bulan depan, atau
tahun depan, siapa yang tahu.
Ibarat
tamu, kematian tidak bisa ditolak dengan tidak membukakan pintu. Kematian bisa
datang tanpa permisi. Tapi bukan berati menyerah hidup dengan dalih takdir. Semua
orang harus berusaha hidup, namun tetap bertawakal pada Tuhannya.
Esensi
dari meningat kematian adalah sadar bahwa manusia pasti akan segera
mati. Jika sudah, lalu apa yang dilakukan?
Tujuan manusia
diciptakan
Urip
iku urup, atau dalam bahasa Indonesianya hidup
itu nyala. Nyala di sini bisa diartikan berbuat, membawa manfaat. Salah satu tujuan
manusia diciptakan adalah memberikan manfaat di muka bumi, sebagai khalifah. Karena
memang pada dasarnya, dunia adalah ladang untuk beramal salih bagi kita,
sebagai bekal di akhirat nanti.
Segala
sesuatu yang diciptakan Allah pasti ada tujuan dan hikmahnya. Tidak mungkin
jika semata hanya karena hal yang sia-sia. Allah Ta’ala berfirman,
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَٰكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
“Maka apakah
kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja),
dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mukminun:115).
Tujuan
utama penciptaan manusia adalah untuk mengetahui Allah dan beribadah
kepada-Nya. Dengan ditunjuknya manusia sebagai khalifah bumi, Allah sedang
menunjukkan betapa besarnya kuasa-Nya. Menjadi khalifah adalah perantara dari
terwujudnya tujuan utama penciptaan manusia.
Allah
SWT juga menegaskan dalam firman-Nya bahwa tujuan diciptakan manusia adalah untuk
beribadah, hanya menyembah kepada-Nya.
وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia,
melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Az-Zariyat: 56).
Pedoman hidup
Jika
pada bulan Ramadan setan sedang dibelenggu di dalam neraka, maka tinggal
bagaimana kita mengalahkan nafsu sendiri. Manusia memang ciptaan Allah yang
sempurna, karena diberikan otak juga hati, di dalamnya terdapat hawa nafsu yang
menjadi ujian terbesar kita. Oleh karena itu, manusia membutuhkan pedoman
hidup. Dalam surat Al-Baqarah ayat 185, Allah SWT berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ
“Bulan
Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk, bagi
manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara
yang hak dengan yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Di lain
sisi, berkat akal yang dianugrahkan kepada manusia, kita seolah bebas berpikir
liar, mencari tahu apa yang ingin kita ketahui. Oleh karena itu, Allah juga
berfirman dalam surat yang sama ayat 269:
يُؤْتِى ٱلْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ ٱلْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِىَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ
"Allah
menganugerahkan al-hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Quran dan As-Sunnah)
kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia
benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang
berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)."
Oleh
karena itu, seliarnya manusia berpikir dalam pencarian keyakinan, hendaknya dapat
mengambil hikmah sehingga dapat memperkokoh imannya. Manusia harus sadar mana lingkup
pikir yang bisa dijangkau, dan mana yang termasuk hal di luar lingkup pikir
manusia. Semoga kita semua meninggal dalam kedaan muslim agar tidak merugi. Sebagaimana
firman Allah:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Hai orang orang yang beriman, bertaqwalah
kepada Allah dengan sebenar benar taqwa kepada-Nya dan janganlah sekali kali
kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam”. (QS Ali Imran: 102).
Umur
yang diberikan Allah adalah nikmat sekaligus amanat. Nikmat ini
seharusnya mampu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Karena sejatinya,
berangkat dari dua pepatah jawa di atas, nilai umur manusia tidak ditentukan
oleh panjang atau pendeknya, melainkan oleh amal yang diperbuat semasa
hidupnya.
Mengenai
panjang pendeknya umur ini, Rasulullah SAW pernah ditanya tentang siapa orang yang paling
baik. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasul menjawab yang artinya: Adalah orang
yang panjang umurnya dan baik amalnya, sedangkan yang paling buruk adalah orang
yang panjang umurnya tetapi buruk amalnya.
Menyadari
hal ini, semoga kita termotivasi untuk tidak menyiakan waktu, dengan bersegera
mengisi umur di dunia dengan perbuatan baik. Semoga dengan makin dekatnya kita
pada hari kematian, makin dekat pula kita kepada-Nya. Sungguh, semoga.
Pustaka
Amiruddin, Hasbi. 2015. Alquran sebagai Pedoman Hidup. https://aceh.tribunnews.com/2015/07/04/alquran-sebagai-pedoman-hidup.
Diakses pada 9/05/2020
Helmy, Muhammad Irfan. 2019. Hakikat Panjang Umur bagi Seorang Muslim.
https://republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/pphxdk458/hakikat-panjang-umur-bagi-seorang-muslim.
Diakses pada 9/05/2020
Mustinda, Lustiana. 2020. Keutamaan Ilmu dalam Islam dan
Dalilnya dalam Al-Qur’an. https://news.detik.com/berita/d-4899811/keutamaan-ilmu-dalam-islam-dan-dalilnya-dalam-al-quran.
Diakses pada 9/05/2020
Sasongko, Agung. 2015. 'Tujuan
Pokok dari Penciptaan Manusia'. https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/celoteh-kang-erick/15/09/30/nvhwb1313-tujuan-pokok-dari-penciptaan-manusia.
Diakses pada 9/05/2020
Wilonoyudho, Saratri. Urip Mung Mampir Ngombe. https://www.caknun.com/2011/urip-mung-mampir-ngombe. Diakses pada 9/05/2020
#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-9

Comments
Post a Comment